Kreativitas Siswa Sma Negeri 9 Lubuklinggau Melalui Kegiatan Kokurikuler P5 Kreasi Barang Bekas

KREATIVITAS SISWA SMA NEGERI 9 LUBUKLINGGAU MELALUI KEGIATAN KOKURIKULER P5 “KREASI BARANG BEKAS”

KREATIVITAS SISWA SMA NEGERI 9 LUBUKLINGGAU MELALUI KEGIATAN KOKURIKULER P5 “KREASI BARANG BEKAS”

Lubuklinggau,15 September 2026 — SMA Negeri 9 Lubuklinggau melaksanakan kegiatan Kokurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kreasi Barang Bekas”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih kreatif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi dan pendampingan dari Ibu Amelia Pratiwi, S.Pd. dan Ibu Ririn Qurniawati, S.Pd. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang sulit terurai dan dapat menjadi salah satu permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Salah satu kegiatan utama dalam Kokurikuler P5 ini adalah pembuatan ecobrick. Siswa memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan dan dibersihkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat. Ecobrick tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai produk atau benda yang memiliki nilai guna.

Selain membuat ecobrick, siswa juga diajak untuk mengolah sampah plastik menjadi tikar. Sampah plastik yang sudah tidak terpakai dikumpulkan, dipilah, dan diolah dengan kreativitas siswa hingga menjadi tikar yang dapat digunakan kembali. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa bahwa sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat.

Selama proses kegiatan, para siswa bekerja secara berkelompok. Mereka saling berbagi tugas, mulai dari mengumpulkan dan memilah sampah, menyiapkan bahan, melakukan proses pembuatan ecobrick, hingga menyusun sampah plastik menjadi tikar. Kerja sama tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih aktif dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kreativitas, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diterapkan secara langsung melalui kegiatan yang menghasilkan karya nyata.

Kegiatan Kokurikuler P5 ini juga menjadi sarana untuk menanamkan karakter gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan bertanggung jawab. Siswa diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekolah dengan membiasakan diri memilah dan memanfaatkan sampah yang masih dapat digunakan.

Pembuatan ecobrick dan tikar dari sampah plastik menjadi pengalaman yang menarik bagi siswa SMA Negeri 9 Lubuklinggau. Selain menghasilkan karya, kegiatan ini memberikan pesan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Melalui kegiatan Kokurikuler P5 “Kreasi Barang Bekas”, SMA Negeri 9 Lubuklinggau berharap siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta mampu menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas yang dikembangkan melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh sehingga siswa mampu menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber kreativitas dan karya yang bermanfaat apabila dikelola dengan baik.

Tuliskan Komentar Anda